MANAJEMEN HIPERTERMIA DENGAN KOMPRES AIR HANGAT PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM
DOI:
https://doi.org/10.65187/jmeh.v4i1.42Keywords:
Asuhan Keperawatan, Hipertermia, Kompres Air HangatAbstract
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau juga Salmonella paratyphi. Masalah keperawatan yang sering muncul pada kasus demam tifoid ini adalah hipertermia. Hipertermia disebabkan oleh adanya infeksi atau peradangan yang disebabkan oleh bakteri dan patogen lainnya dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh pada manusia. Tujuan dilakukan studi kasus ini adalah mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien anak yang mengalami demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel dalam studi kasus ini adalah An. T yang mengalami demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermia di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Hasil studi kasus ini diketahui bahwa kompres air hangat dapat menurunkan demam pada anak yang dilaksanakan selama 3 hari. Pada hari pertama An. T mengeluh panas, T : 38,9 ℃, panas hilang timbul, mengeluh lemas dan minum sedikit. Pada hari ke dua An. T keluhan panas tetap ada, T : 37,9 ℃, kooperatif dalam pemberian kompres air hangat pada An. T , kulit tampak memerah. Pada hari ketiga An. T sudah tidak panas lagi, kulit tidak memerah lagi, suhu tubuh T : 36,5 ℃. Pada hari pertama dan hari ketiga terpasang infus mikro dengan cairan Ringer Laktat (RL) yang mengalir pada kecepatan 20 tetes per menit. Kesimpulan studi kasus ini adalah pemberian kompres air hangat sangat berpengaruh dalam menurunkan suhu tubuh, dan dapat mengatasi hipertermia pada pasien anak yang mengalami demam tifoid. Saran studi kasus ini adalah menganjurkan kepada keluarga untuk melakukan kompres air hangat, melonggarkan pakaian dan menggunakan pakaian yang menyerap keringat
References
Alfatiha, M. S., & Yamin, M. (2021). Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Pasien Demam Tifoid. Jurnal Kesehatan, 10(2). https://doi.org/https://ojs.hestiwirasriwijaya.ac.id/index.php/JSS/article/view/74
Arinda, Y. P., & Buston, E. (2025). Kejang Demam dengan Hipertermia pada Anak. PT. Yapindo Jaya Abadi.
Berman, A. T., Snyder, S. J., & Frandsen, G. (2021). Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing: Concepts, Process and Practice (Eleventh). Pearson.
Kaunang, W. P. J. (2022). Demam Tifoid (Epdemiologi Penyakit Menular). Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi.
Kemenkes RI. (2022). Perawatan Penyakit Thypoid. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes.
Kemenkes RI. (2024). Mengenal Demam Thypoid. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3492/mengenal-demam-tifoid
Maharningtyas, R., & Setyawati, D. (2022). Penerapan Kompres Air Hangat Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Demam Typhoid. Ners Muda, 3(2). https://doi.org/https://doi.org/10.26714/nm.v3i2.6260
Putra, R. N., & Adimayanti, E. (2022). Pengelolaan Hipertermia Pada Anak Pra Sekolah Dengan Demam Typhoid. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 10(2). https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/jkn/article/view/220/167
Rahman, D., Maddeppungeng, M., Laddo, N., Jafar, M. A., & Idrus, F. (2024). Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Demam Tifoid Pada Anak di RS Ibnu Sina 2020-2022. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.14841
RSU. Sari Mutiara Lubuk Pakam. (2024). Rekam Medik RSU. Sari Mutiara Lubuk Pakam Tahun 2024.
Rukmana, B. F., Husen, M. S., & Aini, H. U. N. (2022). Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Anak yang Terkena Typhoid Fever. Nursing Information Journal, 1(2), 81–89. https://doi.org/10.54832/nij.v1i2.192
Sumakul, V. D. O., & Lariwu, C. K. (2022). Menurunkan Demam Dengan Kompres Hangat Pada Anak. Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2). https://doi.org/ttp://dx.doi.org/10.37905/aksara.8.2.1393-1398.2022
Syahri, A., Apriani, F., Satria, O., Nasution, N., Marlina, S., & Sembiring, H. (2023). Buku Saku Diagnosis Keperawatan Pada Praktik Klinis. Deepublish Digital.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Definisi dan indikator Diagnostik Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tim Pokja SPO DPP PPNI. (2021). Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan Edisi 1. Dewan Pengurus Pusat PPNI.
WHO. (2023). Typhoid. https://doi.org/https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid
Widuri. (2023). Buku Ajar Proses Keperawatan dan Berpikir Kritis. Lembaga Chakra Brahmanda Lentera.
Zalukhu, F. F. P. (2020). Implementasi dalam rencana keperawatan. Dalam Asuhan Keperawatan. OSFPREPRINTS. https://doi.org/10.31219/osf.io/wuqr3
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Dearmaita Purba, Antonij Edimarta Sitanggang, Henni Harita, Efrina Pasaribu (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





