HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DESA JATI KESUMA KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI SERDANG

Authors

  • Risandhy Mulia Pradana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Paluta Husada Author
  • Tri Budiarti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Malahayati Medan Author
  • Muhammad Rezebry Universitas Prima Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.65187/jmeh.v3i1.34

Keywords:

Kondisi Fisik Rumah, Balita, Kejadian ISPA

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering dialami oleh balita yang disebabkan karena infeksi pertama  serta belum optimalnya proses pembentukan kekebalan tubuh secara alamiah. ISPA terdiri dari 3 (tiga) unsur, yakni infeksi, saluran pernapasan dan infeksi akut. Permasalahan dalam skripsi ini mengenai hubungan kondisi fisik rumah serta hubungannya dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe. Kualitas tempat tinggal dan rumah menjadi faktor utama mengingat sebagian besar waktu bayi dan balita habiskan adalah rumah serta lingkungannya. Metode Penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan mengambil beberapa responden mengenai hubungan ventilasi rumah, lantai rumah, kepadatan hunian rumah dan atap rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Jumlah responden yang dipergunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 orang dengan karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan. Hasil penelitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan antara ventilasi rumah dengan kejadian ISPA yang disebabkan kondisi ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat.  Penyakit – penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lantai rumah yang tidak memenuhi syarat akan terkait erat 50% dengan penyakit ISPA yang diderita. Penularan penyakit berbanding lurus dengan kepadatan hunian suatu rumah. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 75,2% atau sebanyak 50 balita mengalami ISPA dan pada 15 Balita 24,8% tidak mengalami ISPA. Selanjutnya Berdasarkan hasil analisis bivariat bahwa empat variabel Independen berhubungan dengan ISPA Pada balita di Desa Jati Kesuma , yaitu ventilasi dengan nilai p=0,001, Kepadatan Hunian dengan nilai p=0,004 , Lantai dengan nilai p=0,001 , dan atap dengan nilai p=0,001

References

Aftab, A., Noor, A., & Aslam, M. (2022). Housing quality and its impact on acute respiratory infection (ARI) symptoms among children in Punjab, Pakistan. PLOS Global Public Health, 2(9), e0000949. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0000949

Ambarwati dan Dina, 2015. Hubungan antara Kondisi Fisik Rumah (Kepadatan Penghuni,Ventilasi, suhu, dan kelembaban) dengan Kejadian Penyakit ISPA.Abstrak Penelitian.Diakses : 09 Desember 2015.

Anonim, 2018. Program Pemberantasan Penyakit ISPA untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita. Diakses : 18 Oktober 2018.

Cattaneo, M. D., Galiani, S., Gertler, P. J., Martínez, S., & Titiunik, R. (2009). Housing, health, and happiness. American Economic Journal: Economic Policy, 1(1), 75–105. https://doi.org/10.1257/pol.1.1.75

Colosia, A. D., Masaquel, A., Hall, C. B., Barrett, A. M., Mahadevia, P. J., & Yogev, R. (2012). Residential crowding and severe respiratory syncytial virus disease among infants and young children: A systematic literature review. BMC Infectious Diseases, 12, 95. https://doi.org/10.1186/1471-2334-12-95

Depkes RI, 2010. Pedoman Program Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita dalam Pelita VI, Dirjen PPM dan PLP, Jakarta.

Depkes RI, 2012. Informasi tentang ISPA pada Balita. Jakarta: Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.

Dherani, M., Pope, D., Mascarenhas, M., Smith, K. R., Weber, M., & Bruce, N. (2008). Indoor air pollution from unprocessed solid fuel use and pneumonia risk in children aged under five years: A systematic review and meta-analysis. Bulletin of the World Health Organization, 86(5), 390–398. https://doi.org/10.2471/BLT.07.044529

Hobday, R. A., & Dancer, S. J. (2013). Roles of sunlight and natural ventilation for controlling infection: Historical and current perspectives. Journal of Hospital Infection, 84(3), 271–282. https://doi.org/10.1016/j.jhin.2013.04.011

Ingham, T., Keall, M., Jones, B., Aldridge, D. R. T., Dowell, A. C., Davies, C., Crane, J., Draper, J. B., Bailey, L. O., Viggers, H., Stanley, T. V., Leadbitter, P., Latimer, M., & Howden-Chapman, P. (2019). Damp, mouldy housing and early childhood hospital admissions for acute respiratory infection: A case–control study. Thorax, 74(9), 849–857. https://doi.org/10.1136/thoraxjnl-2018-212979

Iswarini dan Wahyu, D., 2016. Hubungan antara Kondisi Fisik Rumah, Kebersihan Rumah, Kepadatan Penghuni, dan Pencemaran Udara dalam Rumah dengan Keluhan Penyakit ISPA pada Balita.

Jones, L. L., Hashim, A., McKeever, T., Cook, D. G., Britton, J., & Leonardi-Bee, J. (2011). Parental and household smoking and the increased risk of bronchitis, bronchiolitis and other lower respiratory infections in infancy: Systematic review and meta-analysis. Respiratory Research, 12, 5. https://doi.org/10.1186/1465-9921-12-5

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang pedoman penyehatan udara dalam ruang rumah. https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-1077-menkes-per-v-2011-tahun-2011

Li, Y., Leung, G. M., Tang, J. W., Yang, X., Chao, C. Y. H., Lin, J. Z., Lu, J. W., Nielsen, P. V., Niu, J., Qian, H., Sleigh, A. C., Su, H. J. J., Sundell, J., Wong, T. W., & Yuen, P. L. (2007). Role of ventilation in airborne transmission of infectious agents in the built environment—A multidisciplinary systematic review. Indoor Air, 17(1), 2–18. https://doi.org/10.1111/j.1600-0668.2006.00445.x

Luongo, J. C., Fennelly, K. P., Keen, J. A., Zhai, Z. J., Jones, B. W., & Miller, S. L. (2016). Role of mechanical ventilation in the airborne transmission of infectious agents in buildings: A review. Indoor Air, 26(5), 666–678.

Mendell, M. J., Mirer, A. G., Cheung, K., Tong, M., & Douwes, J. (2011). Respiratory and allergic health effects of dampness, mold, and dampness-related agents: A review of the epidemiologic evidence. Environmental Health Perspectives, 119(6), 748–756.

Mudehir, 2014, Hubungan Faktor-faktor lingkungan rumah dengan kejadian penyakit ISPA pada anak balita di Kecamatan Jambi selatan FKM UI.Depok.

Puskesmas Namorambe, 2021. Profil Puskesmas Tahun 2021. Deli Serdang.

Qian, J., Peccia, J., & Ferro, A. R. (2014). Walking-induced particle resuspension in indoor environments: A review. Atmospheric Environment, 89, 464–481. https://doi.org/10.1016/j.atmosenv.2014.02.035

Rosati, J. A., Thornburg, J., & Koutrakis, P. (2008). Resuspension of particulate matter from carpet due to walking. Aerosol Science and Technology, 42(6), 472–482.

Safitri, Aprinda Dwi, dan ismail, 2018. Hubugan tingkat Kesehatan Rumah Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita di Desa Labuhan Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa.

World Health Organization. (2009). WHO guidelines for indoor air quality: Dampness and mould. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-EURO-2009-4256-44019-62079-eng

World Health Organization. (2018). Household crowding: Evidence review for the WHO housing and health guidelines. NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535289

World Health Organization. (2022, November 11). Pneumonia in children (Fact sheet). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia

Downloads

Published

2025-10-08

How to Cite

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DESA JATI KESUMA KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI SERDANG. (2025). Jurnal Mal El Hayat, 3(1), 36-46. https://doi.org/10.65187/jmeh.v3i1.34